Petisi Mendukung Mama-Mama Papua Mendapatkan Pasar
Sign Now
Kehadiran otsus pada tahun 2001 , jika di kelola secara benar dan merupakan modal untuk mengangkat orang papua ke taraf yang lebih baik. Namun kenyataannya, triliyunan rupiah dana otonomi khusus yang di kelola oleh pejabat asli Papua sendiri tidak memihak Mama mama dan pedagang asli Papua lainnya. Dengan model pembangunan yang bias pendatang, mama mama dan pedagang asli Papua yang lain , di lihat sebagai kelas yang kurang produktif. Dan asumsi merupakan pendapat salah kalau melihat kontribusi mama mama dan pedagang asli Papua lain, yang berada di kota Jayapura, hanya butuh pasar yang layak dan representatif agar usaha yang sudah di geluti selama ini bisa berkembang.
Menurut semangat otonomi khusus dan komitmen Gubernur yang di sampaikan , pada tanggal 14 september 2009 bagi mama mama dan SOLPAP, pasar yang di inginkan ialah pasar yang modern , representatif dan harus mewakili indentitas orang Papua secara keseluruhan. Karena menindaklanjuti komitmen Gubernur untuk merampungkan pasar tahun 2010 , di lokasi yang sekarang ini di tempati Perum Damri , Maka solpap dan mama mama meminta :
1.Mengingat telah berakhirnya sidang anggaran bagi APBD perubahan tahun 2009 dan penetapan APBD 2010 , maka gubernur perlu menjelaskan SKPD terkait mana yang telah di tunjuk untuk melakukan pembangunan pasar dan berapa besaran anggaran yang diperlukan untuk membangun pasar agar bisa di ketahui oleh mama mama selaku penerima manfaat itu sendiri.
2.Desain pasar harus mengikuti usulan yang selama ini di perjuangkan oleh SOLPAP da MAMA : Pasar harus berlantai 5 seperti yang sudah di usulkan kepada POKJA desain Pansus pasar mama mama dengan rincian :
a.Lantai 1 dan 2 di pergunakan untuk berjualan barang basah ; Pinang , Sayur , dan Ikan.
b.Lantai 3 dan 4 dipergunakan untuk berjualan barang kering ; ukir ukiran , barang barang anyaman , dan batik Papua.
c.Lantai 5 dipergunakan khusus bagi kantor pasar , koperasi , dan ruang serba guna.
3.Seperti pada butir 1 , terkait urusan lahan , desain , anggaran pembangunan , serta pendataan untuk mereka berjualan , perlu di koordinasikan dengan SOLPAP selaku pihak yang selama ini mendampingi mama mama pedagang asli Papua.
4.Meminta kepada perguruan Tinggi , Gereja , NGO , MRP , TOGA (tokoh agama), Tomas ( Tokoh masyarakat), dan Masyarakat Papua secara umum , agar terlibat aktif mengawasi pembangunan pasar , seperti yang dijanjikan Gubernur pada tanggal 14 September 2009 , di depan perwakilan Mama Mama , Pansus Pasar DPRP dan Walikota Jayapura.
Demikian jumpa pers ini. Besar harapan kami, semoga pasar ini di realisasikan pada pertengahan tahun 2010, serta dapat menjadi awal mula pembangunan EKONOMI orang ASLI PAPUA menuju PAPUA BARU yang kita cita citakan bersama.
Jayapura , 05 Oktober 2009
Hormat kami ;
SOLIDARITAS MAMA MAMA PEDAGANG ASLI PAPUA (SOLPAP)
SKP KEUSKUPAN JAYAPURA
JPIC SINODE GKI
JPIC KINGMI
LP3A PAPUA
PEMUDA KATHOLIK
PMKRI
KONTRAS PAPUA
MAHASISWA UKM DEHALING UNCEN
SENAT FAKULTAS HUKUM UNCEN
GARDA P
FOKER LSM
LBH PAPUA
PMKRI
POKJA PEREMPUAN MRP
If you already have an account please sign in, otherwise register an account for free then sign the petition filling the fields below.
Email and password will be your account data, you will be able to sign other petitions after logging in.
Continue with Google