Mewajibkan Kampanye Budaya Bersih di Wilayah DKI dengan Perda

Sign Now
petition image
Mewajibkan Kampanye Budaya Bersih di Wilayah DKI dengan Perda

Soal kebersihan di wilayah DKI telah menjadi soal klasik. Memang, sudah ada antara lain : KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 1893 TAHUN 1991 TENTANG TINDAKAN ADMINISTRATIF BAGI PERUSAHAAN/INDUSTRI/KEGIATAN YANG MENIMBULKAN PERUSAKAN DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI DAERAH KHUSUS IBIKOTA JAKARTA. yang menyebutkan mengenai persoalan tersebut. Namun pelaksanaannya masih bersifat di atas kertas. Artinya, tak lebih daripada sekadar retorika belaka. Banyak anggota masyarakat yang tidak patuh walaupun dalam Keputusan Tersebut telah dinyatakan sanksi-sanksi bagi mereka yang melanggar.

Kebersihan menyangkut soal budaya yang berkaitan pula dengan soal disiplin. Bahkan, agama menyebutkan kebersihan adalah bagian dari iman. Hanya saja, dalam kondisi masyarakat yang serba acuh, jangan berharap terlalu banyak dengan peraturan-peraturan yang dibuat karena terkait dengan perilaku manusia, termasuk pula aparat pelaksana dan para pembuat keputusan. Sanksi juga tidak akan efektif karena sebagian masyarakat mampu bisa membayar sanksi tersebut, sebagian yang tidak mampu juga berani pasang badan. Agaknya, yang paling penting adalah membangun suatu budaya bersih.

Tentunya, membangun budaya bukanlah persoalan mudah. Membentuk sebuah budaya baru karena menyangkut keseluruhan aspek yang pada dasarnya saling kait-mengkait dan karenanya membutuhkan langkah-langkah terobosan (breakthrough). Secara sederhana, budaya adalah seperangkat simbol dan pengertian yang digunakan orang untuk mengorganisasikan gagasan mereka, menginterpretasikan pengalamannya, membuat keputusan dan pada akhirnya mengarahkan tindakan-tindakan mereka. Singkat kata, budaya adalah suatu pola asumsi yang dibuat, ditemukan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu yang kemudian dipelajari oleh berbagai elemen serta mengarahkan perilaku mereka. Budaya adalah kultur yang mempunyai pengaruh langsung terhadap mental, moral.

Dari sini, Keputusan Gubernur tersebut dapat dikatakan sebagai simbol. Hanya saja, Keputusan tersebut tak banyak gunanya tanpa sosialisasi yang menyeluruh yang intensif kepada seluruh warga DKI. Sanksi-sanksi tersebut seharusnya tidak hanya berdapak secara fisik tetapi juga secara psikis. Bagaimanapun, sosialisasi harus menyentuh nurani. Sanksi tersebut harus mempunyai dampak yang menimbulkan rasa malu, terutama malu kepada diri sendiri. Sekali lagi, ini bukan pekerjaan mudah dan mensyaratkan kampanye jangka panjang yang dilakukan secara terus-menerus.

Dengan membuat Perda pendukung, atau mengamandemen Keputusan Gubernur tersebut yang sudah ada terkait soal kebersihan, Pemda DKI tak harus mengeluarkan biaya yang besar. Hal ini mewajibkan seluruh lembagaЇmulai dari lembaga pendidikan, BUMN, perusahaan-perusahaan swasta dan sebagainyaЇ mencantumkan semacam tagline untuk dicantumkan pada atribut-atribut kegiatan mereka. Sebut saja, pada billboard , brosur, pakaian (t-shirt) dalam kegiatan informal seperti ketika perusahaan mengadakan Senam rutin tiap Jumat, fun bike dan sebagainya. Saat ini sudah ada tagline yang dimuat secara terbatas seperti peringatan pada kemasan dan iklan rokok atau kampanya anti narkoba pada sejumlah pementasan musik.

Kami mengusulkan pencatuman tagline kerbersihan tersebut di media-media yang lebih luas sebagaimana yang kami sebutkan di atas. Untuk langkah awal, perlakuan itu hanya untuk di wilayah DKI. Sebut saja, DKI sebagai wilayah percontohan. Syukur-syukur gagasan ini bisa berlaku secara nasional.

Sekali lagi, tagline tersebut harus berdampak secara nurani. Untuk itu, kami dari Forum Indonesia untuk Indonesia mengusulkan 4 (empat) tagline yang menyatakan:

1. Membuang sampah sembarangan merendahkan martabat Bangsa.

2. Perilaku membuang sampah sembarangan sama dengan merendahkan martabat Bangsa.

3. Selain menimbulkan penyakit fisik dan psikis, membuang sampah sembarangan merendahkan martabat manusia.

4. Jangan membuang sampah di laut, sungai, dan, selokan dan tempat-tempat yang tidak seharusnya. Selain menimbulkan penyakit fisik dan psikis, membuang sampah sembarangan merendahkan martabat manusia.

Kami sengaja menggunakan frasa kelompok kata (frasa) kunci merendahkan martabat bangsa dan Martabat manusia Untuk menimbulkan dampak rasa malu bagi semua warga, bahkan mempunyai makna universal.

Bayangkan, apa yang terbentuk di benak siswa-siswi SD, TK, karyawan perusahaan bila selalu membaca tagline tersebut di kaos-kaos olahraga mereka. Di Pintu masuk Kantor. Kepribadian dan sikap disiplin mereka akan terbentuk. Pada gilirannya, budaya disiplin untuk selalu menjaga kebersihan akan menjadi bagian dari masayarakat. Untuk itu yang dibutuhkan hanya Perda yang mewajibkan semua lembaga mencantumkan tagline tersebut pada setiap kegiatan informal mereka. Itu saja. Murah dan masuk akal.
Dampak lanjutannya adalah DKI akan menjadi kota yang bersih, yang merupakan salah satu cara untuk mengatasi banjir yang kronis. Belum lagi dampak-dampak dalam mengatasi berbagai penyakit fisik dan psikis. Lingkungan yang bersih akan membuat hati yang bersih. Berbanggalah seorang Gubernur DKI yang bisa membangun budaya bersih di DKI.
Mungkin ada sebagian anggota masyarakat yang sebal dengan frasa ini. Namun, untuk menolak secara frontal adalah tindakan yang tidak masuk akal, anti ajaran agama bahkan bisa digolongkan sebagai tindakan gila.

Kami, Forum Indonesia untuk Indonesia mendukung Jakarta yang bersih.

Jakarta, 27 September 2007

Yusuf Senopati Riyanto
Ketua Umum Forum Indonesia untuk Indonesia
Sign The Petition
OR

If you already have an account please sign in, otherwise register an account for free then sign the petition filling the fields below.
Email and password will be your account data, you will be able to sign other petitions after logging in.

Privacy in the search engines? You can use a nickname:

Attention, the email address you supply must be valid in order to validate the signature, otherwise it will be deleted.

I confirm registration and I agree to Usage and Limitations of Services
I confirm that I have read the Privacy Policy
I agree to the Personal Data Processing
Shoutbox
Sign The Petition
OR

If you already have an account please sign in

I confirm registration and I agree to Usage and Limitations of Services
I confirm that I have read the Privacy Policy
I agree to the Personal Data Processing
Goal
100 signatures
Goal: 100
Latest Signatures
25 December 2015
100. Yopi Mcgee | DKI
1 December 2015
99. Rayani R | JAKPUS
31 October 2015
98. Mad Bautista | I support this petition
28 August 2015
97. Djarot Holden | jaksel
9 May 2015
96. Yugi Peters | JAKUT
14 April 2015
95. Ruyi Erickson | jaksel
30 March 2015
94. Armanadna Vazquez | DKI
5 March 2015
93. Sapto M | SELATAN jakarta
3 November 2014
92. Raffles Bass | jakbar
24 October 2014
91. Rosemiati Brennan | JAKSEL
23 October 2014
90. Rachmad Berry | JAKBAR
8 August 2014
89. Wer Beltran | DKI
30 June 2014
88. Losemiati Galvan | FORINDO
22 June 2014
87. Ramon Schwartz | DKI
14 June 2014
86. Dr Phelps | jakuit
31 May 2014
85. R A | JAKUT
26 May 2014
84. Ratna S | Pusat Jakarta
18 May 2014
83. Yakob Wilkinson | FORINDO
8 May 2014
82. Rina Castaneda | JAKPUS
22 April 2014
81. Achmad R | JAKSEL
22 February 2014
80. Memet Ware | DKI
5 February 2014
79. Dj Macdonald | DKI
12 January 2014
78. Didik Castillo | Jakarta Selatan
29 December 2013
77. Tora Sm | JAKBAR
20 December 2013
76. Mira L | DKI JAKARTA
browse all the signatures »
Information
In: -
Petition target:
EVERYONE
Tags
No tags
Embed Codes
direct link
link for html
link for forum without title
link for forum with title
728×90
468×60
336×280
125×125