HENTIKAN PEMBLOKIRAN MULTIPLY
Kepada Yth,BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIAC.q. MENKOMINFO RIDengan hormat,Bersama ini kami sebagian masyarakat Indonesia, pengguna, pengakses website/Blog provider www.multiply.com memohon dengan ho... continue reading »
"HENTIKAN PEMBODOHAN...."
"Mendingan duit dana buat blokir situs2 ini dialihkan ke renovasi sekolah2 yg hampir ambruk pak. Sehingga anak2 itu bisa bersekolah lagi tanpa rasa was2 suatu saat atap sekolah jatuh menimpa kepala mereka. Jadi sesuai dgn UUD 1945, mencerdaskan kehidupan b"
"ga usah diblokir tho pak...percuma kok...ga ada untungnya lgian byk jln tuk akses MP"
"Pemerintah??? kok jd gak Wise yah.????"
"jelas - jelas kebebasan telah dirampas..."
"hentikan pembodohan publik dan monopoli pihak2 tertentu!"
"Pemblokiran hanya karena film Fitna sama dengan meragukan pola pikir masyarakat Indonesia. Tidak semua informasi harus ditelan bulat-bulat, kami tahu itu. Keraguan Bapak tidak dapat diterima untuk saya, mungkin juga oleh sebagian besar dari rakyat Indones"
"HAJAR!"
"Multiply-ku sayang, Multiply-ku malang.... Jangan diblokir donk...."
"Think before Act !"
"Provider yg memblokir Multiply kayanya mesti kena blokir juga nih"
"PEMERINTAH SEHARUSNYA LEBIH CONCERN KEPADA PEREDARAN DRUGS/NARKOBA DI NEGARA KITA YG TERCINTA REPUBLIK INDONESIA INI, KARUAN-JELAS KO', BANDAR SABU DIMANA2, BANDAR CIMENG BERANTAKAN, BANDAR SEREPI..GA BANYAK SIH TAPI JELAS ADA DAN KAYA2, YG PAKE JELAS CUM"
"Judulnya aja "FITNA" ngapain juga di tanggepin. Multiply tempat sharing, jual beli ngapain juga diblok"
"Please..Jangan blokir Multiply dong. Ngga semua pengguna Multiply postingannya jelek. Banyak juga yang bermanfaat!"
"Akoeee dukuuuung... Chaaayoooo guysssss..."
"Pemblokiran situs multipli adalah tindakan yang terlalu arogan dan pemerintah, kami menghargai tujuan pemerintah untuk melindungim masyarakat kita dari film yang tidak bermutu semacam fitna tersebut, tapi apakah sebuah tindakan bijak, membunuh tikus denga"
"gua setuju banget, berikan kami kebebasan untuk mendapatkan informasi dan jangan menilai sesuatu dari satu sisi saja, Terima Kasih"